Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Computational Thinking

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru, SMAIT Al Haraki secara rutin menyelenggarakan berbagai program pelatihan. Program ini mencakup pelatihan internal di tingkat sekolah (unit), pelatihan bersama dalam lingkup Sekolah Islam Terpadu (SIT), serta pelatihan eksternal yang melibatkan institusi profesional. Melalui pelatihan-pelatihan ini, para guru diharapkan dapat terus mengembangkan keterampilan mengajar serta menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Salah satu pelatihan yang telah dilaksanakan adalah “Tingkatkan Cara Berpikir Siswa dengan Pelatihan Computational Thinking”, yang digelar pada Sabtu, 11 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung secara offline di sekolah dengan menghadirkan narasumber dari Bebras Indonesia Biro ITB, yaitu:

Dr. Agung Dewandaru, S.T., M.Sc.

Muhammad Koyimatu, Ph.D.

Suhendra, S.E.

Para narasumber memberikan wawasan mengenai pentingnya Computational Thinking dalam dunia pendidikan serta cara mengintegrasikannya dalam pembelajaran di sekolah. Salah satu materi utama yang disampaikan adalah pengenalan Bebras Indonesia dan penerapan Computational Thinking dalam kehidupan sehari-hari.

Sebanyak 22 guru SMAIT Al Haraki mengikuti pelatihan ini dengan penuh antusias. Mereka menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terkait konsep Computational Thinking serta bagaimana penerapannya dalam proses belajar-mengajar. Diskusi interaktif antara narasumber dan peserta mencerminkan semangat para guru dalam menggali lebih dalam strategi pembelajaran inovatif guna meningkatkan cara berpikir siswa.

Pelatihan ini merupakan awal dari serangkaian pelatihan yang akan terus berlanjut. Sebagai kelanjutannya, sesi berikutnya akan diadakan secara online pada Sabtu, 8 Februari 2025. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang lebih inovatif, membekali siswa dengan keterampilan berpikir kritis dan sistematis, serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di era modern yang semakin kompleks.